KMMB Consulting Perkuat Sinergi Dakwah, Masjid, dan Kemaslahatan Umat
Surabaya, 20 April 2026 – Penguatan peran masjid hari ini tidak cukup hanya bertumpu pada kegiatan ibadah rutin, tetapi juga membutuhkan ruang dakwah yang hidup, kelembagaan yang kuat, dan kolaborasi lintas elemen umat. Semangat itulah yang mendorong KMMB Consulting untuk mendukung keberlangsungan dua agenda keumatan di Surabaya, yakni kajian “Guyub Bareng, Baik Bareng” di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pada Sabtu, 18 April 2026, serta Pelantikan Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surabaya periode 2026–2031 di Masjid Nuruzzaman Universitas Airlangga pada Minggu, 19 April 2026.
Ruang Dakwah yang Menghidupkan Kebersamaan
Agenda pertama di Masjid Al-Akbar berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh antusiasme. Publikasi resmi Masjid Al-Akbar mencatat bahwa kajian tersebut menghadirkan Ustadz Abdul Somad, Habib Muhammad bin Anies Shihab, dan Ustadz Luqmanul Hakim, serta diikuti ribuan jamaah dari berbagai daerah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum dakwah, tetapi juga ruang yang mempertemukan pemuda, pengurus masjid, tokoh agama, dan masyarakat umum dalam semangat kebersamaan.
Dalam pemberitaan Masjid Al-Akbar, kegiatan tersebut juga ditekankan sebagai momentum untuk memperkuat nilai keimanan dan mempererat kehidupan bermasyarakat. Karena itu, kajian ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pertemuan keagamaan, yakni menjadi ruang bertemunya inspirasi, nilai, dan energi kolektif umat dalam satu suasana yang terbuka dan penuh semangat.
Rangkaian Guyub Bareng sebagai Gerakan Kebersamaan
Rangkaian “Guyub Bareng, Baik Bareng” sendiri tidak berhenti di satu titik. Liputan publik menunjukkan bahwa kegiatan ini digelar selama dua hari di dua lokasi utama, yaitu Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pada Sabtu, 18 April 2026, dan Masjid Nuruzzaman Unair Kampus B Surabaya pada Ahad, 19 April 2026. Dalam rangkaian tersebut, semangat yang dibangun bukan hanya menghadirkan tokoh-tokoh nasional dan dai inspiratif, tetapi juga menghidupkan kembali pandangan bahwa masjid perlu terus diperkuat sebagai pusat peradaban, pemberdayaan, dan penggerak kebersamaan umat.
Bagi masyarakat, forum seperti ini menjadi penting karena menghadirkan wajah masjid yang dekat, aktif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Masjid bukan semata tempat ibadah, tetapi juga ruang tumbuhnya gagasan, penguatan persaudaraan, dan titik temu antar berbagai unsur masyarakat yang ingin bergerak dalam kebaikan bersama.
KMMB Consulting dan Komitmen pada Ruang Kolaboratif
Bagi KMMB Consulting, kehadiran dalam dua agenda ini bukan sekadar bentuk dukungan pada sebuah acara, melainkan bagian dari komitmen untuk ikut menguatkan ruang-ruang kolaboratif yang memberi manfaat sosial lebih luas. KMMB memandang bahwa kegiatan dakwah dan penguatan organisasi masjid memiliki dampak strategis karena mempertemukan nilai, gagasan, dan aksi nyata dalam satu ruang yang dekat dengan masyarakat.
Melalui keterlibatan ini, KMMB ingin menegaskan bahwa kolaborasi antara unsur profesional, tokoh agama, lembaga masjid, dan masyarakat dapat saling menguatkan. Ketika ruang dakwah berjalan berdampingan dengan penguatan organisasi, maka manfaat yang lahir tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang lebih luas, terstruktur, dan berkelanjutan.
Pelantikan DMI sebagai Penguatan Kelembagaan Masjid
Pada hari berikutnya, dukungan KMMB berlanjut di Masjid Nuruzzaman Universitas Airlangga dalam agenda Pelantikan Pengurus Daerah DMI Kota Surabaya periode 2026–2031. Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. Thohir Luth MA menekankan pentingnya niat dalam berorganisasi dan memandang amanah kepengurusan masjid bukan sekadar posisi formal, melainkan bentuk pengabdian yang harus diterjemahkan dalam kerja nyata.
Pesan itu memberi makna penting pada momentum pelantikan, bahwa penguatan masjid tidak cukup hanya dengan semangat, tetapi membutuhkan organisasi yang bergerak cepat, terarah, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Dalam konteks ini, pelantikan DMI bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan tata kelola masjid di Kota Surabaya.
Sinergi Dakwah dan Organisasi untuk Dampak yang Lebih Luas
Jika dicermati, dua agenda ini saling melengkapi. Kajian di Masjid Al-Akbar menghadirkan penguatan nilai, inspirasi, dan semangat dakwah yang menyentuh jamaah secara luas. Sementara itu, pelantikan DMI di Masjid Nuruzzaman menandai penguatan aspek kelembagaan dan kepemimpinan masjid agar nilai-nilai tersebut dapat diterjemahkan menjadi gerakan yang lebih terstruktur.
Dari sudut pandang KMMB, sinergi antara dakwah dan penguatan organisasi seperti inilah yang perlu terus didukung, karena dampaknya tidak berhenti pada satu acara, melainkan berpotensi melahirkan ekosistem masjid yang lebih sehat, produktif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Keterhubungan antara nilai, kepemimpinan, dan kolaborasi menjadi fondasi penting dalam membangun kebermanfaatan yang lebih nyata bagi umat.
Penutup: Ikhtiar Bersama untuk Kemaslahatan Umat
Sebagai perusahaan konsultan strategis yang berbasis di Surabaya, KMMB memandang keterlibatan dalam kegiatan sosial dan keumatan sebagai bagian yang selaras dengan visi perusahaan untuk menghadirkan nilai yang lebih luas. Karena itu, kehadiran KMMB dalam dua agenda ini dapat dibaca sebagai wujud dukungan terhadap tumbuhnya ruang dakwah, penguatan kelembagaan masjid, serta jejaring kolaborasi yang mempertemukan masyarakat, tokoh agama, dan berbagai elemen strategis lainnya.
Ke depan, KMMB Consulting berharap sinergi serupa dapat terus berkembang melalui berbagai inisiatif yang memperkuat fungsi masjid, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi, pemberdayaan, dan pengabdian sosial. Dengan terus hadir dalam agenda-agenda yang mendorong kebersamaan dan penguatan kelembagaan umat, KMMB ingin menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun dampak yang nyata, berkelanjutan, dan relevan bagi masyarakat.


















































