INSPIRE 2025: Memperkuat Strategi Bisnis dan Daya Saing Industri Jawa Timur

INSPIRE 2025:
Memperkuat Strategi Bisnis dan Daya Saing Industri Jawa Timur

INSPIRE 2025: Penguatan Industri & SDM Jawa Timur

Surabaya, 6 Agustus 2025 – Dalam upaya memperkuat transformasi industri dan peningkatan daya saing ekonomi regional, KMMB Consulting menjalin kemitraan strategis dengan KADIN Jawa Timur, KADIN Surabaya, dan KADIN Institute dalam menyelenggarakan forum eksekutif INSPIRE 2025 (Innovation Network & Strategic Platform for Industrial Excellence).

Forum yang digelar di Ruang Roosniah Bakrie Kadin Institute Hall Surabaya ini menjadi wujud sinergi antar-lembaga yang berkomitmen menghadirkan solusi konkret bagi tantangan kawasan industri di Jawa Timur, serta mendorong strategi kolaboratif lintas sektor. Dengan mengusung tema “Unlocking Business Value, Navigating Executive Decisions”, INSPIRE 2025 memfokuskan diskusi pada penguatan kawasan industri, strategi ekspansi korporasi, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi daya saing daerah.

Forum INSPIRE 2025 dihadiri oleh Managing Director KMMB Consulting Okky Widya Praananta, Wakil Ketua KADIN Surabaya Medy Prakoso, dan Ketua KADIN Jawa Timur Adik Dwi Putranto. Dua narasumber utama, Dr. Andhika Paratama Herlambang (Sekretaris Bappeda Jatim) dan Dr. Miguel Angel Esquivias Padilla (Peneliti Ekonomi), menyampaikan perspektif mengenai arah pembangunan kawasan industri serta strategi ekspansi korporasi di tengah dinamika global.

Forum ini turut dihadiri oleh sejumlah mitra strategis KMMB dari berbagai entitas, termasuk BUMN seperti Pelindo Terminal Teluk Lamong, BUMD seperti PT Sumber Daya Bangkalan (SDB), serta pengelola kawasan industri seperti Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dan Kawasan Industri Gresik (KIG). Hadir pula perusahaan swasta nasional dan regional dari sektor manufaktur, logistik, dan penyedia jasa. Kehadiran lintas entitas ini memperkuat peran INSPIRE 2025 sebagai forum kolaboratif yang menjembatani kepentingan publik dan swasta dalam mendorong transformasi industri dan penguatan kapasitas kepemimpinan bisnis di Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Managing Director KMMB Consulting, Okky Widya Praananta, menekankan pentingnya membangun strategi korporasi yang tidak hanya relevan, tetapi juga berdampak nyata dan berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa transformasi dan eskalasi bisnis hanya dapat dicapai melalui perencanaan yang tepat dan eksekusi yang cermat. KMMB hadir untuk membantu perusahaan unlock the potential dan redefine beyond possibilities,” ujar Okky di hadapan para pimpinan perusahaan, dan pejabat daerah yang hadir dalam forum.

Ia menjelaskan bahwa INSPIRE merupakan inisiatif strategis dari unit PatronEOY, bagian dari KMMB Consulting yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan ketahanan bisnis. Forum ini dirancang sebagai ruang reflektif bagi para eksekutif untuk mendalami dinamika bisnis yang makin kompleks dan cepat berubah.

Dalam paparannya, Dr. Andhika Paratama selaku Sekretaris BAPPEDA Provinsi Jawa Timur menjelaskan bahwa arah pembangunan Jawa Timur untuk periode 2025–2029 difokuskan pada penguatan kawasan industri berbasis wilayah dan percepatan infrastruktur logistik. Jawa Timur saat ini memiliki 13 kawasan industri eksisting dengan total luas lahan 4.649 hektar. Namun kontribusi dominan masih berasal dari kawasan Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Pasuruan. Pemerintah daerah merespons kebutuhan pertumbuhan industri ini dengan rencana strategis penguatan konektivitas logistik, melalui reaktivasi jalur kereta api, pengembangan dry port, dan integrasi pelabuhan pengumpan regional.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam Forum INSPIRE 2025, industri pengolahan menjadi sektor dominan yang menopang kinerja ekonomi daerah, khususnya melalui subsektor makanan dan minuman, pengolahan tembakau, serta industri kimia dan farmasi.

Sementara itu, kontribusi pelaku usaha lokal juga menunjukkan peran yang signifikan. Data menunjukkan bahwa koperasi dan UMKM (K-UMKM) telah menyumbang lebih dari 59% terhadap PDRB Jawa Timur dalam lima tahun terakhir. Peran UMKM dinilai sangat penting dalam menopang stabilitas ekonomi daerah serta membuka akses pendapatan di tingkat akar rumput. Dari sisi ketenagakerjaan, sektor industri berhasil menyerap 15,17% tenaga kerja di Jawa Timur, dengan dominasi dari industri makanan dan minuman, tembakau, serta farmasi.

Sementara itu, Dr. Miguel Esquivias menyampaikan analisis makro dan mikro terkait struktur industri Indonesia dan posisi strategis Jawa Timur. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya memperbesar skala usaha sebagai strategi jangka menengah untuk mempercepat pertumbuhan.

“Indonesia mengalami kesenjangan struktural yang signifikan. Jumlah UMKM sangat besar, tetapi sangat sedikit yang tumbuh menjadi perusahaan menengah atau besar.”

Dr. Miguel menekankan bahwa kendala seperti biaya logistik yang tinggi, kompleksitas regulasi pusat-daerah, serta keterbatasan akses terhadap teknologi dan pasar ekspor menjadi hambatan utama. Ia juga menyoroti urgensi harmonisasi kebijakan fiskal, insentif investasi, dan percepatan adopsi ESG (Environmental, Social, Governance) di kawasan industri Jawa Timur. Dalam konteks nasional, hilirisasi industri tetap menjadi peluang besar. Komoditas strategis seperti nikel, tembaga, dan CPO dapat memberikan nilai tambah signifikan, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, apabila dikelola dengan strategi yang terintegrasi.

Forum INSPIRE 2025 mencerminkan urgensi untuk menyatukan strategi pemerintah dan pelaku usaha dalam merumuskan langkah konkret menghadapi tantangan transformasi industri. Kedua narasumber menekankan bahwa kesenjangan wilayah, struktur industri yang timpang, serta tekanan global menuntut pendekatan yang lebih terarah, berbasis data, dan berorientasi pada hasil. Forum ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, terutama dalam integrasi antara infrastruktur industri, penguatan SDM, dan kesinambungan kebijakan investasi yang mendorong pertumbuhan inklusif.

Penyelenggaraan INSPIRE 2025 tidak hanya dimaksudkan sebagai forum diskusi dan berbagi wawasan lintas sektor, melainkan juga menjadi tonggak awal kolaborasi strategis antara KMMB Consulting dan jaringan KADIN (KADIN Jawa Timur, KADIN Surabaya, dan KADIN Institute). Kolaborasi ini dirancang untuk berkelanjutan dan akan ditindaklanjuti melalui peluncuran inisiatif bernama Executive Education Series. Program Executive Education Series bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan kapasitas para eksekutif dan pengambil keputusan di sektor industri, jasa, dan kewirausahaan strategis. Forum ini akan menghadirkan sesi pelatihan intensif yang dirancang secara kuratorial, mengangkat isu-isu korporasi

Melalui forum lanjutan ini, kolaborasi antara KMMB dan KADIN diharapkan dapat memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan industri dan pengembangan talenta kepemimpinan bisnis nasional, sejalan dengan arah pembangunan daerah dan visi ekonomi Indonesia jangka panjang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *